Pakar: Pembentukan tim pemburu koruptor ide yang bagus

Perestiwa
17 Views
Read Time:1 Minute, 38 Second

Bengkalispos.com – Pakar hukum pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof. Hibnu Nugroho menilai rencana pembentukan atau pengaktifan kembali tim pemburu koruptor merupakan ide yang bagus.

“Tim pemburu koruptor itu bagus, saya sepakat itu. Akan tetapi, masih ada yang kurang karena yang namanya suatu pemburu itu ‘kan ada alasan eksekusinya, apa itu? Undang-Undang tentang Pengembalian Aset, asset recovery, sehingga perampasan aset itu harus ada,” katanya saat dihubungi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Baca Juga  Tewasnya Terduga Teroris Asal Sukoharjo dengan 2 Luka Tembak

Oleh karena itu, kata dia, kalau memang pemerintah akan membuat suatu tim pemburu koruptor atau aset, harus diikuti Undang-Undang Perampasan Aset.

“Jangan sampai nanti pemburuan tetapi tidak melakukan suatu pemblokiran, tidak ada perampasan. Ini masih kurang, aspek personel, ya, aspek perundangannya, iya, harus berbarengan,” katanya menegaskan.

Terkait dengan hal itu, dia mengharapkan DPR segera mempercepat proses Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.

Dengan demikian, kata dia, begitu tim pemburu koruptor terbentuk, Undang-Undang Perampasan Aset menjadikan satu kesatuan bahwa perjalanannya berjalan dengan baik untuk melakukan pemburuan tersebut.

Baca Juga  Pergoki 6 Pemudik Naik Bus Malam: 1 Sembunyi di Toilet

Hibnu mengatakan bahwa kewenangan tim pemburu koruptor tidak akan tumpang-tindih dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Justru ini pada era sekarang suatu trigger (pelatuk, red.) tersendiri. Kami melihat pemerintah memberikan suatu trigger kepada pemburu yang lain untuk kerja lebih cepat,” katanya.

Menurut dia, pemerintah mungkin melihat penegakan hukum yang sekarang ini, baik oleh KPK maupun Kejaksaan Agung, masih biasa-biasa saja sehingga ada lembaga atau tim baru yang dibentuk untuk mempercepat perampasan aset.

Ia menilai pembentukan tim pemburu koruptor tidak bertentangan dengan semangat Presiden Joko Widodo yang ingin membubarkan 18 lembaga negara.

Baca Juga  AS dan Cina Panas, Beijing Batasi Riset Asal-usul Virus Corona

“Ya, enggak apa-apa karena lembaga-lembaga yang lama ini ‘kan tidak mempunyai suatu kinerja yang baik dan sudah tidak dibutuhkan. Namanya dinamika lembaga kan terus berproses, dinamika kehidupan, lembaga-lembaga itu saya kira sudah tidak dibutuhkan, lembaga baru yang dibutuhkan saat sekarang muncul lagi,” katanya.

Dalam hal ini, kata dia, lembaga yang dibutuhkan akan dimunculkan, sedangkan lembaga yang sudah tidak dibutuhkan akan dibubarkan.

“Itu bagian dari dinamika pemerintahan yang sekarang,” katanya.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *